Apa yang Harus Dilakukan Saat Artikel Ditolak

Saat jurnal atau karya ilmiah Anda ditolak, mungkin Anda akan merasa kecewa sekali serta merasa terpuruk. Akan tetapi, penolakan pihak jurnal tentunya tidak berakhir dengan hasil. Usaha yang Anda lakukan di dalam mengelola publikasi ilmiah masih harus berjalan terus. 

Apabila Anda berada di situasi tersebut, maka berikut ini sejumlah hal perlu dilakukan sebagai solusi menghadapi penolakan dalam proses publikasi karya ilmiah.

Hal yang Dilakukan Saat Artikel Ditolak

Baca Catatan dari Reviewer dan Editor

Hal pertama perlu dilakukan jika jurnal Anda ditolak adalah baca catatan disampaikan reviewer dan editor. Catatan ini tunjukkan alasan karya ilmiah Anda menerima penolakan. Pahamilah dengan baik isi dari catatan tersebut dan juga sadari bahwa isi catatan memang sesuai kondisi artikel. Hal itu karena memang pihak editor dan reviewer lebih paham tentang standar artikel layak dipublikasikan.

Lakukan Revisi

Berdasarkan pada catatan editor dan reviewer, Anda dapat mulai lakukan revisi mandiri. Jurnal ditolak tentu saja tak menunjukkan bahwa karya tersebut tak akan pernah layak untuk dipublikasikan. Akan tetapi memang perlu untuk diperbaiki supaya layak.

Melakukan revisi dengan rinci serta mendalam mengacu ke catatan tersebut. Sehingga akan membantu Anda di dalam mencegah melakukan kesalahan sama untuk kedua kalinya serta mengantisipasi penolakan dari jurnal sama atau jurnal lain. 

Memilih Jurnal Lain

Tahap yang berikutnya yang menjadi menghadapi penolakan dalam proses publikasi karya ilmiah adalah memilih jurnal yang lain. Kebanyakan peneliti akan lakukan langkah satu ini, sebab jauh lebih mudah di dalam menembus jurnal yang baru dibandingkan jurnal yang sudah berikan penolakan. 

Anda dapat cari jurnal berkualitas sama atau sedikit diturunkan. Contohnya, jurnal pertama menerima penolakan terindeks Scopus Q2. Maka, Anda dapat cari jurnal Scopus di Q3 serta di bawahnya. Sehingga statusnya masih jurnal internasional bereputasi, tapi dengan proses peer review tak seketat jurnal yang pertama.

Baca Pedoman Penulisan Jurnal

Dalam mencari serta memilih jurnal baru, maka Anda harus memperhatikan dahulu pedoman submit artikel atau karya ilmiah. Dimana di dalam pedoman tersebut dijelaskan tentang struktur, format, serta unsur lain yang perlu dipatuhi oleh penulis. 

Anda harus ikuti isi pedoman serta ubah artikel ilmiah disusun supaya lebih sesuai. Baru kemudian submit ataupun memeriksa kualitas karya ilmiah secara mandiri sebelum melakukan submit.

Lakukan Peer Review Internal

Tahap yang berikutnya setelah jurnal atau karya ilmiah Anda ditolak adalah lakukan peer review internal. Dimana Anda melakukan review ataupun editing mandiri bersama tim penulis yang lain. Hal ini bertujuan untuk pastikan artikel telah sesuai pedoman serta memaksimalkan peluang diterima oleh jurnal yang baru. 

Siapkan Dokumen Pendukung

Jika jurnal pertama yang menolak adalah karena data dinilai tak memadai, maka saat mengirimkan ulang pada jurnal baru, Anda dapat menantikan penolakan dengan alasan yang serupa dengan siapkan dokumen pendukung memadai, seperti surat izin, surat pengantar, daftar rujukan, serta lampiran pendukung lainnya. 

Nah, itulah beberapa solusi menghadapi penolakan dalam proses publikasi karya ilmiah. Selain cara-cara di atas, dalam menghadapi penolakan jurnal ilmiah, Anda pun bisa berkolaborasi dengan penulis dengan H-Index Tinggi. Jangan lupa pula untuk menikmati proses kirim karya ilmiah hingga dipublikasikan.