Strategi Lolos Peer Review Jurnal Bereputasi

Publikasi artikel atau jurnal ilmiah adalah salah satu hal harus dipenuhi mahasiswa maupun dosen sebagai bukti bahwa penelitian yang dilakukan orisinal. Publikasi ilmiah bisa jadi rekam jejak akademisi yang bisa tingkatkan reputasi mahasiswa dan dosen serta tempat belajar maupun mengajar. 

Publikasi jurnal ilmiah tak selalu mudah. Terlebih jurnal ditargetkan adalah jurnal terakreditasi serta bereputasi. Faktanya cukup banyak mahasiswa mengantre ujian akhir, yudisium, wisuda, dan bahkan pengambilan ijazah dikarenakan belum punya publikasi jurnal ilmiah. Pun para dosen, yang antre menunggu pengukuhan guru besar sebab belum punya publikasi ilmiah pada jurnal ilmiah yang bereputasi. 

Salah satu hal yang menentukan apakah jurnal ilmiah diterima untuk dipublikasi adalah lolos peer review yang dilakukan oleh para reviewer (pengulas). Reviewer akan berikan rekomendasi dan beberapa catatan pada editor sehingga editor bisa memutuskan menerima atau menolak jurnal. 

Nah, pada artikel ini akan membahas singkat bagaimana strategi lolos peer review di jurnal ilmiah bereputasi. Dengan begitu, Anda bisa lebih mudah membuat jurnal ilmiah yang berkualitas dan kemungkinan lolos publikasi cukup besar. 

Beberapa Tips atau Strategi Lolos Peer Review Pada Jurnal Ilmiah Bereputasi

Memiliki signifikansi untuk Komunitas Ilmiah

Jurnal akan dinilai oleh reviewer, apakah mempunyai implikasi teoritis ataupun praktis. Jurnal yang punya novelty (kebaruan), aktual, serta beri sumbangan pemikiran bermanfaat dan berguna secara teori serta praktis akan diberikan poin yang positif.

Topik Sesuai dengan Scope

Strategi lolos peer review di jurnal ilmiah bereputasi adalah membuat judul sesuai ketentuan. Judul jurnal sesuai ketentuan serta pedoman penulis yang sudah ditentukan pihak jurnal pun akan dinilai oleh reviewer. Judul haruslah menarik serta sesuai standar penulisan jurnal atau artikel ilmiah. Jika judul jurnal dinilai tidak terlalu cocok, biasanya reviewer akan berikan saran alternatif judul.

Abstrak Artikel yang Lengkap

Abstrak haruslah informatif dan ringkas. Panjangnya tak boleh melebihi 300 kata (bisa berbeda setiap jurnal. Abstrak haru menjelaskan secara singkat tujuan penelitian, metode dan teknik digunakan, temuan utama dengan data, serta kesimpulan yang penting. Pada abstrak tak ada referensi dikutip. Biasanya singkatan tak baku tak boleh dipakai, jika perlu didefinisikan secara jelas. 

Sistematika Sesuai Template

Umumnya, struktur jurnal ilmiah terdiri dari judul, abstrak, keyword, pendahuluan, metode atau teknik, hasil dan pembahasan, serta kesimpulan dan referensi. Pada sejumlah jurnal, ada pula yang menambah ucapan terima kasih, dan lainnya. Anda sebagai penulis hendaknya memenuhi berbagai persyaratan tersebut, sebab sebelum baca isi, pengulas akan lebih dulu membaca subbagian secara keseluruhan. 

Jurnal Terkini dan Referensi Cukup

Jurnal ilmiah perlu didukung referensi cukup. Biasanya jumlah referensi ditentukan pihak jurnal. Sumber rujukan yang digunakan akan dicek oleh reviewer, apakah berkualitas atau tidak. Maka, artikel atau buku untuk bahan rujukan sebaiknya diambil dari sumber berkualitas. Artikel dirujuk pun sebaiknya adalah hasil dari penelitian paling baru.

Nah, itulah beberapa strategi lolos peer review di jurnal ilmiah bereputasi. Semoga membantu dan bermanfaat!