Mengelola Waktu dan Proses Penulisan Karya Ilmiah
Bagaimana ya cara mengelola waktu dan proses penulisan karya ilmiah? Bagi Anda yang baru akan pertama kali membuat karya ilmiah, tak diragukan lagi kalau topik ini penting untuk Anda ketahui dan coba.
Tanpa buang waktu lagi, berikut adalah tips dan cara yang dapat Anda lakukan dalam mengelola waktu untuk proses penulisan karya ilmiah. Selamat membaca!
Buat dan Ikuti Timeline Penulisan
Mari kita terang-terangan saja sejak awal: penulisan karya ilmiah butuh waktu dan persiapan yang matang. Apalagi jika Anda menulis karya ilmiah di level perguruan tinggi, baik itu di level sarjana sampai doktoral sekalipun.
Maka dari itu, buat timeline secara mendetail untuk membantu Anda mengelola waktu dan proses penulisan karya ilmiah. Pertama, Anda bisa buat timeline umum, kemudian bagi ke dalam tahapan seperti riset, draft awal, penulisan, hingga presentasi. Setelah itu, rinci setiap tahapan dan tentukan deadline sesuai timeline besar Anda.
Jauhi Distraksi Selama Persiapan, Riset, dan Penulisan
Kenali diri Anda sendiri, termasuk apa yang sering menjadi gangguan atau distraksi selama Anda mengerjakan tugas atau bekerja. Kemudian buat lingkungan yang bisa membantu Anda menjauhi berbagai distraksi tersebut selama Anda melakukan persiapan hingga menyelesaikan penulisan karya ilmiah.
Misalnya dengan menonaktifkan media sosial di laptop atau komputer kerja, menyimpan HP di laci meja selama Anda fokus, atau menggarap karya ilmiah di tempat yang bisa membantu Anda lebih berkonsentrasi.
Buat Kerangka Tulisan
Menulis tanpa adanya kerangka atau outline sama seperti berkendara tanpa tahu tujuan. Padahal, karya tulis ilmiah harus ditulis dengan baik dan kohesif. Untuk mencapainya, rerangka tulisan harus Anda buat terlebih dahulu sebelum Anda mulai masuk ke tahapan penulisan karya ilmiah.
Apabila karya ilmiah Anda harus dilengkapi dengan abstrak seperti artikel ilmiah atau skripsi, adanya rerangka tulisan tersebut bahkan bisa sangat membantu proses penulisannya. Karena di dalam rerangka tulisan, idealnya terdapat penjelasan masalah secara ringkas, pernyataan tesis, dan hipotesis atau poin yang ingin Anda buktikan.
Cicil Sitasi Sejak Awal
Sejak Anda melakukan riset untuk karya ilmiah, Anda tentu sudah menemukan judul atau referensi yang Anda nilai relevan. Maka dari itu, tak ada salahnya jika Anda langsung membuat sitasi masing-masing sumber sejak awal dengan format sitasi yang sesuai persyaratan.
Dengan cara ini, Anda pun tak perlu kebingungan lagi mencari apa saja jurnal atau bacaan yang jadi referensi dan digunakan dalam karya ilmiah Anda ketika sudah memasuki tahapan penulisan sitasi. Anda bisa manfaatkan notebook atau langsung ketik sitasinya di laptop sejak awal.
Bagi Anda yang baru memulai, mengelola waktu dan proses penulisan karya ilmiah memang bisa terasa seperti hal yang sulit. Meski begitu, sudah terbukti bahwa prosesnya tidak mustahil dilakukan, kan?

Komentar anda